KOTA BENGKULU- Sangat disayangkan, di tengah upaya Pemerintah Kota Bengkulu menata dan membangun citra baik Kota sebagai Kota Wisata dan ramah terhadap pengunjung kembali tercoreng.
Baru-baru ini, ada oknum pedagang di Pantai Panjang Bengkulu viral kembali karena diduga memaksa pengunjung membayar uang sewa pondok yang tidak wajar, seperti sebesar Rp150.000 dan memaksa membayar uang parkir melebihi harga ketentuan.
Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat membuming. Bahkan Walikota Dedy turun tangan langsung. Ia mendatangi oknum pedagang untuk memberikan teguran sekaligus penjelasan.
Menurut Dedy, tindakan mematok biaya sewa pondok yang tidak jelas dasar aturannya dapat merusak citra Kota Bengkulu sebagai destinasi wisata.
Dedy menyampaikan agar seluruh pedagang yang berjualan di kawasan wisata lebih mengutamakan keramahan dan pelayanan yang baik.
Ia menekankan, suasana nyaman dan harga yang wajar merupakan kunci agar wisatawan betah berkunjung ke Bengkulu. Ia juga menegaskan, pemerintah kota berkomitmen menjadikan Pantai Panjang sebagai ikon wisata unggulan. Oleh karena itu, peran pedagang sangat penting dalam memberikan kesan positif kepada wisatawan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Nina Nurdin menegaskan, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang untuk tidak memaksa pengunjung membayar uang sewa pondok yang tidak wajar.
Pemerintah juga sedang menyiapkan pondok atau gazebo untuk para pengunjung bersantai (area seberang Hotel Grand Bougenville) yang akan dibuka pada tahun baru mendatang.
“Tempat ini gratis alias tidak dipungut biaya. Pemerintah yang sediakan, ini sedang proses. Insya allah tahun baru sudah bisa dipakai,” jelas Nina.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) untuk pengunjung di area seberang kawasan Angel Wings.
“Gunakanlah sepuasnya, sebaiknya, dan tolong tetap jaga kebersihannya. Pengunjung bisa membentangkan tikar, membawa makanan dari rumah, tapi tetap jaga kebersihannya. Tempat terbuka hijau kita itu sangat luas jadi silakan dimanfaatkan,” terangnya.
Berkenaan hal ini, Nina juga mengajak seluruh pihak sama-sama menjaga nama baik dan citra Kota Bengkulu sebagai kota wisata.
Dengan demikian, diharapkan Kota Bengkulu dapat menjadi destinasi wisata yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung.
