Selasa, Juni 9, 2026

Rejang Lebong Luncurkan Logo Baru dan Lepas Atlet Paralayang di Puncak Anugerah Desa Wisata 2026

- Advertisement -

REJANG LEBONG – Puncak Anugerah Desa Wisata Rejang Lebong 2026 tak hanya menjadi ajang apresiasi bagi desa wisata terbaik, tetapi juga momentum peluncuran identitas baru daerah dan penguatan sektor kepemudaan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong tersebut juga diisi dengan peluncuran logo “Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa”, pelepasan dua atlet paralayang, dan penyerahan WiFi gratis untuk kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari, yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026.

Acara tersebut dihadiri Sekdakab Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, SE, MM, Wakil Ketua I DPRD Pera Hariyani, SE, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, hingga kepala desa peserta lomba.

Pada kesempatan yang sama, Desa Barumanis, Kecamatan Bermani Ulu, dinobatkan sebagai Juara I Anugerah Desa Wisata Rejang Lebong 2026. Desa Sumber Rejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu, meraih Juara II, sementara Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, menempati posisi Juara III. Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, ditetapkan sebagai Desa Wisata Favorit.

Para pemenang menerima piagam, plakat, dan uang pembinaan. Juara I mendapat Rp6 juta, Juara II Rp5 juta, Juara III Rp3,5 juta, dan Juara Favorit Rp2,5 juta. Seluruh hadiah diserahkan langsung oleh Sekdakab Rejang Lebong.

Sekdakab Iwan menyebut rangkaian kegiatan ini sebagai momentum besar bagi daerah.

“Hari ini kita menyaksikan sinergi, inovasi, dan lompatan besar dalam pembangunan pariwisata, pemuda, serta pelayanan publik. Anugerah Desa Wisata adalah bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada pengelola desa wisata yang telah menggali dan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan desa wisata bukan sekadar destinasi rekreasi, melainkan motor penggerak ekonomi masyarakat desa. “Teruslah berinovasi, jaga kelestarian alam, dan tonjolkan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah,” pesannya.

Identitas Baru dan Penguatan PariwisataLogo baru “Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa” resmi diluncurkan di tengah acara. Menurut Iwan, kata “Bahagia” mencerminkan visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, tenteram, dan penuh rasa syukur. Sementara “Istimewa” menggambarkan kekayaan alam, budaya, dan potensi Bumi Pat Petulai.

READ  Miris! Mertua dan Menantu di Rejang Lebong Tertangkap Kasus Pencurian

“Logo ini bukan sekadar gambar. Ini simbol komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus semangat kolektif masyarakat untuk terus maju,” katanya.

Dua atlet paralayang Rejang Lebong, Fauzan Ramadhan dan Bintang Andanik Prasetyo, dilepas untuk mengikuti pelatihan di Sekolah Pemandu Wisata Paralayang Federasi Aero Sport Indonesia di Bogor.

“Terbanglah setinggi mungkin, bawa nama baik Rejang Lebong, dan jadikan olahraga ini sebagai salah satu daya tarik wisata baru daerah,” pesan Iwan kepada keduanya.

PT Telkom Indonesia juga menyerahkan layanan WiFi gratis untuk kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari. Iwan berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan pengunjung dan pelaku UMKM untuk mendukung promosi dan pengembangan usaha.

Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menjelaskan lomba diikuti 16 desa dari berbagai kecamatan. Penilaian berlangsung Januari hingga Mei 2026 melalui tahapan pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi lapangan, hingga pleno penentuan pemenang.

“Dewan juri terdiri dari pemerhati dan praktisi desa wisata, akademisi Universitas Bengkulu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, penggiat kebudayaan, serta perwakilan media,” jelas Riki.

Juri tersebut meliputi Wayan untuk kategori objek wisata, Wimmy Hartawan bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif, Widodo bidang publikasi digital, Ilsa bidang manajemen pemasaran, serta Sri Purnama bidang kebudayaan.

Usai acara, Sekdakab bersama unsur Forkopimda meninjau stan pameran UMKM Kelompok Sadar Wisata. Produk unggulan yang dipamerkan meliputi kopi bubuk, makanan ringan, gula merah, jagung marning aneka rasa, buah, sayur segar, hingga batik lokal seperti Batik Kaganga, Batik Diwo, dan Batik Besurek Cheka Mode dari Desa Barumanis, Sumber Rejo Transad, dan Sumber Urip.(RED)

RELATED ARTICLES

Most Popular