Dari Kelas Lumpur ke Kelas Harapan: TNI, Polri, Pemda Kompak Pulihkan SMPN 05 Lebong Pasca Banjir Ketahun

Editor: Riski Ananda
Jajaran Kodim 0409/Rejang Lebong lewat Koramil 409-02/Lebong Selatan, memimpin langsung operasi bersih-bersih Halaman SMPN 05 Lebong di Desa Talang Liak II, Kecamatan Bingin Kuning, Lebong, Jumat (8/5/2026) pagi. (Photo dok ist)

LEBONG – Halaman SMPN 05 Lebong di Desa Talang Liak II, Kecamatan Bingin Kuning, bukan lagi tempat upacara. Sejak pukul 08.00 WIB, halaman itu berubah jadi lautan sekop, cangkul, dan semangat gotong royong, Jumat (8/5/2026).

Pemicunya, luapan Sungai Ketahun yang kemarin meluluhlantakkan sekolah dan meninggalkan lumpur setebal mata kaki di setiap ruang kelas. Yang turun bukan cuma guru dan siswa.

Jajaran Kodim 0409/Rejang Lebong lewat Koramil 409-02/Lebong Selatan memimpin langsung operasi bersih-bersih.

TNI tak sendiri. Wakil Bupati Lebong, Kapolres Lebong, Danramil 01, Danramil 02, Kapolsek Lebong Selatan, Kapolsek Lebong Tengah, tiga camat, Babinsa, Kades Talang Liak II, hingga emak-emak warga tumpah ruah angkut sampah dan lumpur sisa banjir.

Ini potret sinergi paling nyata. Seragam loreng, baju dinas, rompi polisi, dan kaos warga berbaur tanpa sekat. “Kegiatan bersih-bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan lingkungan serta aktivitas pendidikan pascabanjir,” tegas Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla melalui Plh. Pasiter Kodim 0409/RL Kapten Inf Tasmi Basiroroni

Kapten Inf Tasmi Basiroroni menegaskan misi utama operasi ini. “Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan lingkungan sekolah kembali bersih sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali. Selain itu, kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus terjalin dalam menghadapi setiap kondisi di lapangan,” ujar Kapten Inf Tasmi.

Selama berjam-jam, lumpur dikeruk, bangku dicuci, sampah diangkut. Keringat TNI-Polri bercampur dengan keringat siswa yang tak mau sekolahnya libur lama.

Kehadiran lengkap unsur Forkopimda Lebong di lokasi bencana ini jadi pesan kuat: penanganan bencana tak bisa sendiri-sendiri.

Masyarakat dan pihak sekolah pun menyampaikan apresiasi atas bantuan dan kepedulian seluruh pihak yang telah turun langsung membantu proses pembersihan pascabanjir.

Kini, dari ruang kelas yang kemarin penuh lumpur, akan lahir lagi tawa dan cita-cita anak Lebong. Karena saat semua unsur kompak, bencana pun bisa dilawan. (TIM)

Print:
Exit mobile version