Jelang Ujian Sekolah 18 Mei, SMPN 4 Rejang Lebong Krisis Guru Olahraga, Hanya Sisa 3 Honorer

Editor: Arpis Donalta
Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd(Photo dok ist)
Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd(Photo dok ist)

REJANG LEBONG – SMPN 4 Rejang Lebong bersiap menggelar Ujian Sekolah untuk 197 siswa kelas 9 pada 18 Mei 2026, sesuai kalender pendidikan. Di tengah persiapan, sekolah ini justru kekurangan 1 guru olahraga dan hanya menyisakan 3 tenaga honorer.

‎Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd., mengungkapkan pihaknya baru merampungkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 sebelum masuk tahapan ujian sekolah.

‎“Kemarin kami baru selesai TKA. Sekarang fokus untuk ujian sekolah. Mapel yang diujikan di TKA pertama Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujarnya, Senin (14/4/2026).

‎Saat ini SMPN 4 memiliki 643 siswa dengan total 49 guru. Meski secara jumlah dinilai cukup, distribusi guru per mata pelajaran tidak merata.

‎“Kalau ditanya guru cukup atau tidak, secara jumlah cukup. Malahan guru Bahasa Inggris kelebihan dua orang. Yang kurang justru guru olahraga. Sekarang kosong,” jelas Zarlon.

‎Kondisi itu diperparah dengan minimnya guru honorer. Dari 49 guru, hanya 3 orang berstatus honorer. Zarlon menyebut sebagian besar guru honorer sebelumnya lulus seleksi PPPK, namun rata-rata langsung pindah tugas.

‎“Pas seleksi PPPK kemarin hampir lulus semua. Alhamdulillah untuk mereka. Tapi efeknya ke sekolah, rata-rata pindah mengajar. Jadi kami kehilangan banyak guru,” tambahnya.

‎Untuk tenaga kependidikan, SMPN 4 memiliki 1 orang cleaning service, 1 penjaga sekolah, dan 1 orang satpam. “Untuk kebersihan dan keamanan kami masih swadaya dengan tiga petugas ini. Idealnya tentu perlu tambahan, tapi kami maksimalkan yang ada,” kata Zarlon.

‎Di tengah keterbatasan SDM, sekolah tetap aktif mendokumentasikan kegiatan. Zarlon menyebut SMPN 4 memiliki akun media sosial khusus untuk publikasi aktivitas harian.

‎“Semua kegiatan siswa, prestasi, sampai informasi ujian kami update di medsos sekolah. Biar orang tua juga bisa pantau,” tutupnya.(**)

Print:
Exit mobile version