REJANG LEBONG – Denting palu beradu besi menggema di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kamis (25/6/2025).
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda masuk fase krusial. Teknisi, personel Kodim 0409/Rejang Lebong, dan warga bahu-membahu merakit besi dan memasang mal pondasi bawah, fondasi kokoh yang akan menahan ribuan langkah warga Air Merah ke depan.
Tim teknis menyebut tahap ini penentu kekuatan seluruh jembatan. “Kegiatan perakitan besi dan pemasangan mal atau bekisting merupakan tahapan krusial pada struktur bawah. Perakitan membentuk kerangka baja penahan beban, sedangkan mal berfungsi sebagai cetakan beton agar pondasi sesuai bentuk dan dimensi rencana,” jelas teknisi lapangan.
Pembesian berfungsi sebagai tulangan yang memberi kekuatan tarik pada pondasi beton. Sementara mal atau bekisting adalah cetakan sementara yang menahan beton agar bentuk pondasi presisi hingga kering sempurna.
Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla, menegaskan jembatan bentang 9 meter x lebar 5 meter itu punya makna lebih besar. “Pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jembatan Perintis Garuda di Desa Air Merah nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat,” tegas Letkol Agung.
Dampaknya langsung dirasakan 759 KK atau 1.850 jiwa. Jembatan ini memangkas jarak ke lahan pertanian dan pusat ekonomi, sekaligus mempercepat akses warga ke sekolah dan layanan kesehatan.
Spektakulernya ada di lapangan. TNI dan warga bahu-membahu tanpa sekat. Warga sukarela mengangkat besi, memasang bekisting, membersihkan lokasi.”Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi pemandangan yang mewarnai setiap tahapan pembangunan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa dengan gotong royong, harapan untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera dapat diwujudkan bersama,” ujarnya.
Dari rakitan besi hari ini, harapan baru Air Merah ditempa. Ketika pondasi bawah kokoh berdiri, “jalan rezeki” bagi 1.850 jiwa resmi terbuka.(RED)

