REJANG LEBONG- Polsek Selupu Rejang menggelar mediasi terkait tawuran antar pelajar SMKN 6 Desa Duku Ulu, SMKN 1 Rejang Lebong, dan SMKS 6 Pertiwi pada Jumat, 28 November 2025.
Mediasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kapolsek Selupu Rejang, IPTU Ibnu Sina Alfarobi, Kanit Binmas, IPDA Mardani, kepala sekolah terkait, wakil kesiswaan, guru, orang tua pelajar, Bhabinkamtibmas, dan 17 siswa yang terlibat dalam tawuran.
IPTU Ibnu Sina Alfarobi mengimbau para orang tua siswa untuk mengawasi anak-anak mereka.
“Mohon untuk para wali murid/orang tua siswa agar dikontrol anaknya. Kalau memang anaknya sekolah pulang jam 2, jangan sampai ada pembiaran sampai rumah bisa jam 4. Tolong dibantu guru untuk mengontrol anak-anaknya,” ujarnya.
Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan tentang bahaya narkoba dan minuman keras.
Kepala Sekolah SMKN 1 Rejang Lebong, dr. Asep Suparman, memberikan arahan penting.
“Apabila ada di kemudian hari terjadi seperti ini lagi, awal dari ajakan atau pun tantangan, tolong jangan sok jagoan. Sampaikan ke wali kelasnya masing-masing, jangan menghadapi sendiri,” katanya.
Asep Suparman juga meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka dan membatasi penggunaan handphone.
Kanit Binmas Polsek Selupu Rejang, Ipda Mardani, mengingatkan orang tua untuk lebih berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka.
“Orang tua harus memantau keberadaan anak, mengetahui tempat bermainnya, dan menjalin komunikasi dengan sekolah. Selain itu, orang tua juga perlu membekali anak-anak dengan ilmu agama dan memberikan perhatian yang cukup untuk membentuk karakter yang baik,” kata Ipda Mardani.
Setelah mediasi, kegiatan dilanjutkan dengan saling berpelukan antara anak dan orang tua. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan energi positif bagi anak-anak.
Kegiatan diakhiri dengan salat Ashar berjamaah di Musola Al Amin Polsek Selupu Rejang. Siswa yang terlibat tawuran juga meminta maaf kepada korban dan orang tua korban.
Surat perdamaian yang ditandatangani oleh orang tua dan siswa juga akan dibawa oleh Bhabinkamtibmas ke sekolah binaan masing-masing.(Arpis)
