KEPAHIANG– Pemerintah Kabupaten Kepahiang tancap gas memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Targetnya jelas: program perusahaan harus benar-benar dirasakan warga sepanjang 2026.
Langkah itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kerja Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun 2026, Selasa (14/4/2026).
Rapat yang digelar pukul 09.00 WIB di Ruang Kerja Wakil Bupati Kepahiang ini dipimpin langsung Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh. Ia mewakili Bupati H. Zurdi Nata, yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan yang tidak dapat diwakilkan.
Di hadapan para pimpinan perusahaan, Wabup Hafizh langsung menohok. Ia meminta program TSP dan PKBL tak dipandang sekadar kewajiban regulasi.
”Pemerintah Kabupaten Kepahiang menyadari tantangan ke depan butuh respons cepat dan inovatif. Karena itu, kami ajak Bapak-Ibu pimpinan perusahaan melihat TSP dan PKBL bukan sekadar gugur kewajiban. Ini bentuk dedikasi kita bersama untuk Kepahiang,” tegas Hafizh.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab menjamin kemudahan di lapangan. Hafizh menyebut pihaknya siap memberikan akses, pendampingan birokrasi, hingga jaminan keamanan bagi perusahaan yang merealisasikan program.
”Kami mengapresiasi komitmen pimpinan perusahaan yang hadir dan siap berkolaborasi mengeksekusi poin-poin strategis. Pemkab berkomitmen memberi kemudahan akses, pendampingan, dan jaminan keamanan. Jangan sampai niat baik perusahaan tersendat birokrasi,” ujarnya.
Rakor ini ditargetkan melahirkan rumusan kerja yang taktis dan terukur untuk setahun ke depan. Harapannya, kehadiran investasi swasta di Kepahiang punya dampak nyata. “Ukurannya satu: manfaat harus dirasakan langsung masyarakat,” tutup Wabup.(Nike)
