Dinas PUPRKP Terkesan Abai, Alat Berat Terbengkalai

Editor: Arpis Donalta
Sebuah alat berat jenis Dozer, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Rejang Lebong, terlihat terbengkalai di sebuah lapangan terbuka. Kondisi alat berat tersebut memprihatinkan, dengan cat yang sudah pudar dan bagian-bagian yang mulai berkarat.(Photo dok ist)
Sebuah alat berat jenis Dozer, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Rejang Lebong, terlihat terbengkalai di sebuah lapangan terbuka. Kondisi alat berat tersebut memprihatinkan, dengan cat yang sudah pudar dan bagian-bagian yang mulai berkarat.(Photo dok ist)

REJANG LEBONG – Sebuah alat berat jenis Dozer, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Rejang Lebong, terlihat terbengkalai di sebuah lapangan terbuka. Kondisi alat berat tersebut memprihatinkan, dengan cat yang sudah pudar dan bagian-bagian yang mulai berkarat.

‎‎”Sangat disayangkan, alat berat yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur malah dibiarkan terbengkalai,” kata Zulkifli, salah satu warga Desa Kampung Baru, saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026) lalu.

‎‎Dinas PUPR belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi alat berat tersebut. Plh Kadis PUPRPKP Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, meminta waktu untuk mengkonfirmasi masalah tersebut ke bidang yang menangani.

‎‎”Mohon izin pak, hari senin saya konfirmasi dengan bidang yang menangani, karena masih banyak yang belum saya ketahui, Terimakasih,” kata Luhur, melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/4/2026).

Kondisi alat berat Dozer yang sangat memprihatinkan, dengan cat yang sudah pudar dan bagian-bagian yang mulai berkarat.(Photo dok ist)

Beberapa sumber di lapangan mengungkapkan bahwa kurangnya perawatan dan anggaran menjadi penyebab utama alat berat tersebut tidak dioperasikan.

‎Kondisi ini memicu pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan aset daerah dan komitmen pemerintah dalam memelihara fasilitas publik. “Jika alat berat ini tidak dirawat, maka akan menjadi beban bagi pemerintah dan masyarakat,” kata Leonardo Sandi, seorang pengamat pembangunan di Rejang Lebong.(RED)

Print:
Exit mobile version