REJANG LEBONG – Program Koperasi Desa Merah Putih disambut antusias Pemerintah Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan. Kepala Desa Hasyimullah, S.P., menilai koperasi ini bakal menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga.
“Koperasi Desa Merah Putih sangat bermanfaat bagi warga setempat. Salah satu manfaatnya bisa membuka lapangan pekerjaan. Kemudian warga juga bisa melakukan simpan pinjam yang tidak serumit meminjam di bank,” ujar Hasyimullah, Senin (15/6/2026).
Ia menyebut, antusiasme warga Lubuk Ubar terhadap program ini sudah terlihat sejak awal sosialisasi. Banyak warga yang tak sabar menunggu koperasi segera beroperasi.
“Saat ini masyarakat antusias menyambut baik program ini. Bahkan ada yang sudah tidak sabar menunggu kapan program ini berjalan,” katanya.
Untuk mempersiapkan operasional, Hasyimullah bersama dua pengurus desa lainnya dijadwalkan berangkat ke Lampung, Selasa (16/6/2026), mengikuti pelatihan Koperasi Desa Merah Putih. Pelatihan ini diikuti 18 orang dari beberapa desa di Rejang Lebong.

Program ini mendapat momentum nasional setelah Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026).
Di Rejang Lebong, seremoni virtual dipusatkan di Gerai Koperasi Merah Putih Desa Duku Ilir, Kecamatan Curup Timur, dengan pengawalan langsung Kodim 0409/Rejang Lebong.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, menegaskan peluncuran ini harus segera diikuti aksi nyata di lapangan.
“Baru saja Bapak Presiden menekan tombol peresmian untuk 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia. Semoga setelah dilaunching Presiden ini, koperasi-koperasi yang ada di luar Jawa termasuk juga di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong segera beroperasi,” ungkap Agung.
Menurut Dandim, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan strategis nasional untuk membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa. Koperasi ini dirancang sebagai koperasi multiusaha yang menyesuaikan potensi lokal.
Empat sektor utama yang akan digarap KDMP meliputi:
- Usaha Simpan Pinjam: Akses permodalan untuk UMKM dan warga dengan bunga ringan.
- Jasa Pertanian & Perkebunan: Pengadaan pupuk, benih, dan pemasaran hasil panen langsung ke pasar.
- Perdagangan Umum & Toko Desa: Pusat distribusi sembako dengan harga terjangkau.
- Pemasaran UMKM: Wadah agregator untuk produk olahan makanan, kerajinan, dan industri rumah tangga.
Dengan struktur ini, koperasi diharapkan memotong rantai pasok yang panjang, memperkuat ketahanan pangan desa, dan mempermudah akses modal bagi warga.
Pemerintah Desa Lubuk Ubar menargetkan koperasi bisa langsung bergerak setelah pelatihan selesai, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.(RED)
