REJANG LEBONG – Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, resmi jadi percontohan ketahanan pangan berbasis desa. Inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong ini menggabungkan bioflok ikan dan peternakan ayam petelur dalam satu sistem terpadu.
Program ini bukan sekadar budidaya. Ini paket lengkap agro pangan terpadu berbasis teknologi ramah lingkungan. Total yang digarap: 3.500 bibit ikan nila, 2.000 bibit ikan lele sistem bioflok, dan 48 ekor ayam petelur. Sistem bioflok dipilih karena bisa padat tebar tinggi dengan lahan dan air yang super efisien. Hasilnya, ikan bisa dipanen cepat, hanya 3 sampai 4 bulan.
Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, melalui Serka M. Ali menegaskan tujuannya ganda. “Program ini mengkombinasikan 48 ekor ayam petelur, 3.500 bibit ikan nila, dan 2.000 bibit ikan lele dengan sistem bioflok. Tujuannya jelas, menambah ketersediaan pangan sekaligus menekan harga di tingkat desa,” tegasnya, Rabu (1/7/2026)
Yang bikin warga antusias. Harga pangan desa dipatok jauh di bawah pasar.Telur ayam petelur hasil program dijual Rp45 ribu – Rp50 ribu per karpet. Jauh lebih murah dari harga pasar Rp58 ribu per karpet. Ikan nila dan lele hanya Rp28 ribu – Rp30 ribu per kilogram. Sementara pasaran tembus Rp35 ribu per kilogram.
Ikan nila 3.500 bibit kini sudah masuk umur tiga bulan dan siap panen. Tapi Serka Ali sengaja menahannya. “Ikan nila 3.500 bibit sudah tiga bulan dan siap panen. Tapi kami rencanakan panen bareng ikan lele Oktober-November 2026 biar pemasaran lebih efektif,” jelasnya.
Untuk lele, budidaya baru berjalan tiga minggu. Hasilnya mulus. Kematian bibit hanya 1-2 ekor, masih sangat normal
Lebih dari urusan perut, program ini bidik stunting. Ketersediaan protein murah dari ikan dan telur diharapkan menekan angka stunting di desa. “Intinya program ini untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Desa Kampung Baru. Mudah-mudahan budidaya bioflok ikan lele dan ikan nila serta peternakan ayam petelur ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tutup Serka M. Ali.(RED)
