KEPAHIANG– Sebanyak 8 orang di SD Negeri 18 Kepahiang, Desa Tabat Tebelet, Kabupaten Kepahiang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (4/9/2026). Korban terdiri dari 7 siswa dan 1 penjaga sekolah.
Gejala muncul tidak lama setelah makanan disantap di lingkungan sekolah. Para korban mengeluh gatal-gatal, mual, hingga pusing. Pihak sekolah langsung memberikan pertolongan pertama dan melarikan seluruh korban ke UPT Puskesmas Kelobak sekitar pukul 09.00 WIB.
”Begitu anak-anak bilang badan gatal dan mual, kami nggak berani ambil risiko. Langsung kami bawa ke puskesmas bareng guru dan staf. Yang penting penanganan cepat dulu,” ujar seorang guru SD Negeri 18 Kepahiang saat dikonfirmasi di lokasi.
Di Puskesmas Kelobak, para korban langsung mendapat pemeriksaan dan observasi medis. Hingga berita ini diturunkan, mereka masih berada dalam pengawasan petugas kesehatan.
Salah seorang petugas medis UPT Puskesmas Kelobak membenarkan adanya pasien dari SD Negeri 18 yang datang dengan keluhan diduga keracunan makanan.
”Ada 8 pasien yang kami tangani. Kondisi semuanya stabil, tapi masih diobservasi. Untuk penyebab pasti kami belum bisa pastikan, masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan,” jelasnya.
Pihak sekolah mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kepahiang. Mereka meminta agar sampel makanan MBG segera diperiksa laboratorium.
”Kami berharap ada investigasi cepat. Jangan sampai kejadian ini terulang. Orang tua juga sudah kami hubungi satu per satu,” kata salah seorang guru yang mendampingi siswa.
Insiden ini menambah daftar kasus dugaan keracunan MBG di Indonesia sejak program berjalan. Warga dan orang tua siswa di Tabat Tebelet mengaku khawatir dan meminta transparansi hasil pemeriksaan.
”Kami titip anak ke sekolah, taunya pulang dalam kondisi sakit. Tolong pihak terkait segera cek makanan MBG ini, jangan asal jalan,” ujar seorang orang tua siswa di lokasi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG di Kepahiang terkait dugaan penyebab keracunan. Masyarakat dan orang tua diimbau tetap tenang dan menunggu hasil uji laboratorium dari dinas terkait.(RED)

