REJANG LEBONG- Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) merayakan Dies Natalis ke-10 dengan sukses, Sabtu (7 /2/)
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan berbagai acara, mulai dari jalan sehat bertabur hadiah, lomba mancing, hingga pemotongan tumpeng tanda syukur.
“Pada hari pertama pembukaan Dies Natalis, kita lakukan dengan jalan sehat, dilanjutkan dengan doorprize dan baru kemudian dengan kegiatan lomba nyanyi,” ujar Direktur kampus AKREL Kiky Nurfitri Sari SP MSi.

Kegiatan Dies Natalis ini juga diisi dengan lomba mancing jajaran civitas akademika kampus AKREL, yang menjadi puncak dari peringatan ulang tahun kampus tersebut.
“Puncak kegiatan kita lakukan dengan pemotongan tumpeng bersama dengan seluruh jajaran civitas akademika AKREL, termasuk dengan tamu undangan, dan perintis kampus AKREL,” tambah Kiky Nurfitri Sari.
Dalam momen Dies Natalis ini, Kiky Nurfitri Sari menyampaikan beberapa hal yang diharapkan, terutama tentang kesabaran, konsisten, dan kebersamaan jajaran civitas akademika AKREL dalam membangun kampus AKREL yang lebih baik.
“Pada Dies Natalis ini, saya pribadi memaknai dengan banyak hal, sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. AKREL telah melewati banyak proses, seperti memancing juga, kadang umpan cepat disambar, kadang perlu sabar menunggu, bahkan kadang kail kosong. Namun dengan ‘Kesabaran, Konsistensi, dan Kebersamaan’, Alhamdulillah AKREL terus tumbuh dan berkembang hingga hari ini,” terangnya.
Kiky Nurfitri Sari juga berharap bahwa seluruh civitas akademika AKREL terus memperkuat dan mempererat kebersamaan, dan lebih kompak untuk membangun AKREL yang lebih unggul dan maju.
“Yang jelas momen ini selain silaturahmi, juga menjadi wadah untuk mempererat civitas kita untuk tugas membangun AKREL yang lebih baik,” terangnya.
Selain itu, Kiky Nurfitri Sari juga menginformasikan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sudah dimulai dan pelajar dan lulusan SLTA sederajat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut pada laman web kampus AKREL.

Dalam acara Dies Natalis ini, juga diadakan lomba mancing yang diikuti oleh civitas akademika AKREL. Lomba mancing ini bukan hanya tentang siapa yang dapat ikan paling besar, tapi lebih dari itu, sebagai wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan melepas penat di tengah kesibukan akademik dan pekerjaan.
“Menang kalah itu biasa, yang penting gembira, sehat, dan tetap rukun,” ujar Kiky Nurfitri Sari.(***)






