TANGERANG- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (13/11/2025). Rakornas ini menjadi ajang berbagi praktik baik dan capaian strategi pendidikan di berbagai wilayah.
Tiga kepala daerah terpilih, yaitu Bupati Kaur Gusril Pausi, Walikota Manado Andrei Angouw, dan Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, memaparkan pengalaman dan keberhasilan mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan karena dipercaya menjadi salah satu kepala daerah yang memberikan testimoni di hadapan jajaran Kemendikdasmen dan ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Ia berharap pengalaman yang dibagikan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan nasional dan memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu.
“Merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami sebagai kepala daerah untuk berbagi praktik baik pendidikan di Rejang Lebong. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan nasional dan memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu, merata, dan berorientasi pada masa depan.” Kata Bupati Fikri.
Rakornas 2025 dengan tema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi momentum percepatan revitalisasi satuan pendidikan serta penerapan digitalisasi pembelajaran pada Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut diproyeksikan menjadi strategi nasional untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan dan memperluas akses layanan pendidikan yang lebih inklusif.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan kepala daerah dari berbagai provinsi, termasuk gubernur, wali kota, bupati, dan kepala dinas pendidikan. Sejumlah tokoh nasional juga turut hadir, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, serta Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.(MC)






