KEPAHIANG– Senyum petani kopi di Muara Kemumu kini lebih lebar. Jembatan Muara 3 yang baru diresmikan Kodim 0409/Rejang Lebong benar-benar jadi secercah harapan. Tak hanya menyambung jalan, jembatan 12×4 meter ini langsung jadi urat nadi ekonomi warga Talang Air Berus, Talang Air Punggur, dan Desa Batu Bandung.
Dulu, mengangkut hasil panen kopi ke pasar seperti ujian nyali. Jalan putus, jembatan darurat, hujan sedikit langsung isolir. Kini semua berubah. “Akses yang sebelumnya sulit kini menjadi jauh lebih aman, nyaman, dan lancar,” kata warga yang tiap hari melintas.
Pembangunan jembatan ini bukan proyek biasa. Ini bukti gotong royong TNI dan rakyat. Dari pondasi hingga pengecoran, prajurit Kodim 0409 RL bahu-membahu dengan warga. Semangat “Kodim 0409 Rejang Lebong Bersama Rakyat Teknik Kuat” benar-benar terasa di lapangan.
Inisiatif ini lahir dari laporan Babinsa yang tiap hari blusukan. Melihat warga kesulitan angkut kopi, Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada , M.Tr. Opsla, langsung gas.
”Kami menyadari betul pentingnya akses jalan yang layak bagi masyarakat. Melalui pembangunan Jembatan Muara 3 ini, kami ingin memastikan mobilitas warga khususnya para petani kopi menjadi lebih mudah, sehingga hasil panen bisa tersalurkan dengan baik dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian mereka,” tegas Letkol Agung melalui Babinsanya, Sertu Reki Andova dan Sertu Atang Sucipto, Kamis (7/5/2026)
Kini jembatan kokoh itu sudah dilalui motor pengangkut kopi, mobil bak, hingga anak sekolah. Tak sekadar beton dan besi, Jembatan Muara 3 jadi simbol kekompakan. Bukti kalau TNI dan rakyat bersatu, jalan terjal pun bisa ditembus.
Dengan kerja sama dan tekad kuat, satu lagi tantangan pembangunan di pelosok Kepahiang berhasil ditaklukkan.(RED






