Deklarasi AMJ: Sebuah Gerakan Besar dalam Dunia Jurnalistik

Editor: Riski Ananda

BENGKULU- Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) dideklarasikan di Mercure Hotel Bengkulu, Kamis (12/2/2026).

Lebih dari 100 perusahaan media online dan puluhan akun media sosial dari seluruh Provinsi Bengkulu menyatu dalam satu wadah, menandai lahirnya sebuah gerakan besar dalam dunia jurnalistik.

“AMJ hadir sebagai ‘rumah baru’ bagi perusahaan media online, pemilik akun media sosial, dan insan pers untuk bersinergi membangun Bengkulu melalui informasi yang bertanggung jawab,” kata Ketua AMJ, Wibowo Susilo, SE.

AMJ mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital”, sebagai upaya untuk menyeimbangkan kecepatan digital dengan kedalaman etika jurnalistik. “Dengan maraknya media sosial saat ini, terkadang informasi yang disampaikan tidak terkontrol. Untuk itu, hadirnya AMJ diharapkan mampu menjadi penyeimbang penyebaran informasi dengan tidak meninggalkan kode etik jurnalistik,” ungkap Wibowo.

Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya AMJ. “Sampai hari ini saya mengakui karier saya berawal dari wartawan. Saya ingat betul bagaimana saya ditempa untuk menjadi seorang jurnalis yang menjunjung tinggi nilai dan kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Dedy menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kritik seluas-luasnya bagi insan pers dan pengguna media sosial, namun kebebasan itu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab memberikan informasi yang berimbang, akurat, dan beretika.

Deklarasi AMJ bukan sekadar pembentukan organisasi, melainkan refleksi zaman. Ketika teknologi melaju tanpa rem, etika harus menjadi kemudi. Ketika informasi menjadi komoditas, kebenaran harus tetap menjadi tujuan.(Rls)

Print:
READ  ‎Stok BBM Jelang Lebaran Aman, SPBU Pekalongan Siap Mensuplai