BENGKULU – Hangat dan penuh kekeluargaan. Begitulah suasana Halalbihalal Ikatan Keluargo Jang Pat Petulai (IKJPP) se-Provinsi Bengkulu yang digelar di Balai Adat IKJPP, Kamis (16/4/2026).
Acara ini tak sekadar reuni pasca-Idulfitri. Lebih dari itu, halalbihalal menjadi panggung konsolidasi warga Rejang untuk memperkuat peran dalam pembangunan Bengkulu.
Ratusan pengurus dan anggota IKJPP dari berbagai kabupaten/kota hadir. Sejumlah pejabat daerah juga tampak berbaur. Silaturahmi dibalut semangat kolektif: menjaga budaya sekaligus menguatkan kontribusi di pemerintahan.
Mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni hadir langsung. Ia menegaskan IKJPP punya peran vital di tengah kemajemukan Bengkulu.
“IKJPP harus menjadi kekuatan pemersatu yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dalam membangun Bengkulu yang beragam dan kaya budaya,” ujar Herwan Antoni di hadapan peserta.
Ia juga mendorong IKJPP naik kelas. “Saya berharap IKJPP terus berkontribusi sebagai mitra strategis pemerintah melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” lanjutnya.
Halalbihalal kali ini tak hanya seremoni. Panitia menyisipkan aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, sebagai simbol bahwa silaturahmi IKJPP juga menyentuh akar rumput.
Pembina IKJPP, Akmal Riyadi, menyampaikan apresiasi terbuka untuk Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Menurutnya, program Pemprov sudah dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga program sosial.
Akmal juga menyoroti ruang yang dibuka Pemprov bagi putra-putri Rejang. “Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada putra-putri Rejang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Menutup sambutan, Akmal menegaskan posisi IKJPP. Organisasi kedaerahan ini tak mau sekadar jadi penonton. “Kami siap mendukung program pemerintah demi kemajuan Bengkulu,” tegasnya.
Halalbihalal IKJPP 2026 pun menjadi dua hal sekaligus: merawat silaturahmi kultural Jang Pat Petulai, sekaligus meneguhkan komitmen politik kebudayaan untuk Bengkulu yang lebih kolaboratif.(***)






