Jembatan Garuda Kodim 0409 Tembus 67%, Akses Lubuk Bingin Baru Segera Terbuka ‎

Editor: Admin
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda oleh Kodim 0409/Rejang Lebong kini sudah menyentuh 67 persen, dengan fokus merakit besi penahan tiang pilon jembatan.(Photo dok ist)
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda oleh Kodim 0409/Rejang Lebong kini sudah menyentuh 67 persen, dengan fokus merakit besi penahan tiang pilon jembatan.(Photo dok ist)

REJANG LEBONG– Harapan warga Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, kian nyata.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda oleh Kodim 0409/Rejang Lebong kini sudah menyentuh 67 persen, dengan fokus merakit besi penahan tiang pilon jembatan.

Progres cepat ini jadi bukti keseriusan TNI membuka akses yang selama ini mengisolasi warga.

‎”Pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata Program Jembatan Garuda Penghubung Asa Kodim 0409/RL. Tujuannya jelas, membuka isolasi dan memperlancar ekonomi warga,” ungkap Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, melalui Penerangan Kodim, Kamis (14/5/2026).

‎Jembatan Garuda bukan sekadar konstruksi baja dan tali. Ia dirancang jadi urat nadi baru bagi petani, pedagang, dan anak sekolah yang selama ini harus memutar jauh atau menyeberang dengan risiko tinggi saat musim hujan.

‎Dengan progres 67 persen, tim di lapangan kini memfokuskan pekerjaan pada perakitan besi penahan tiang pilon. Tahap ini krusial untuk memastikan jembatan kokoh dan tahan lama.

‎Letkol Agung menegaskan, program ini adalah bentuk komitmen Kodim 0409/RL dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di daerah terpencil.

‎”Kalau akses terbuka, ekonomi bergerak. Anak-anak bisa sekolah lebih cepat, hasil tani bisa keluar lebih murah,” tambahnya melalui Pendim.

‎Warga Lubuk Bingin Baru pun menyambut positif. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan memangkas waktu tempuh dan biaya transportasi, sekaligus menghidupkan kembali roda perekonomian desa. (RED-01)

Sumber : Penerangan Kodim 0409/Rejang Lebong

Print:
READ  Hutan Bengkulu Kritis! PLN Indonesia Power & BPDAS Ketahun Gas RHL 180 Hektare, Libatkan Petani Lebong ‎