Jembatan Kodim 0409 Selamatkan Masa Depan Anak Dwi Tunggal

Editor: Arpis Donalta
Jembatan ini nyambungin hidup. Nyambungin anak ke sekolah, petani ke kebun, hasil bumi ke pasar. Selama ini, warga Dwi Tunggal, Rimbo Recap, dan desa sekitar terpisah jarak yang dekat tapi rasa jauh. Mau ke seberang harus muter puluhan kilometer atau taruhan nyawa lewat jalur darurat.(Photo dok ist)
Jembatan ini nyambungin hidup. Nyambungin anak ke sekolah, petani ke kebun, hasil bumi ke pasar. Selama ini, warga Dwi Tunggal, Rimbo Recap, dan desa sekitar terpisah jarak yang dekat tapi rasa jauh. Mau ke seberang harus muter puluhan kilometer atau taruhan nyawa lewat jalur darurat.(Photo dok ist)

REJANG LEBONG Tali sling pertama dibentang, warga langsung berkerumun. Mata mereka berbinar. Di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup Selatan, pembangunan jembatan gantung oleh Kodim 0409/Rejang Lebong itu bukan sekadar proyek besi dan kayu. Bagi warga, ini “urat nadi” baru yang selama puluhan tahun mereka tunggu.

Jembatan ini nyambungin hidup. Nyambungin anak ke sekolah, petani ke kebun, hasil bumi ke pasar. Selama ini, warga Dwi Tunggal, Rimbo Recap, dan desa sekitar terpisah jarak yang dekat tapi rasa jauh. Mau ke seberang harus muter puluhan kilometer atau taruhan nyawa lewat jalur darurat.

Makanya, sejak tiang pertama ditancap, antusias warga pecah. “Ini bukti nyata TNI hadir di tengah kesulitan kami,” kata warga sambil bantu angkat material. Gotong royong TNI-warga jadi pemandangan tiap hari di lokasi.

Utami, warga Desa Dwi Tunggal, tak kuasa nahan haru. Baginya, jembatan ini penyelamat rutinitas. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pak Presiden Prabowo dan juga anggota TNI Kodim 0409/Rejang Lebong atas pembangunan jembatan ini. Dengan adanya jembatan gantung ini nanti, tentu akan mempermudah akses warga, baik untuk bekerja, ke kebun, maupun anak-anak yang pergi ke sekolah,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026)

Utami menegaskan, jembatan ini bukan cuma soal cepat sampai. “Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya dalam memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan sosial antarwilayah,” tambahnya.

Dampak paling nyata dirasakan dunia pendidikan. Yanti, warga lainnya, cerita getir soal SD di Dwi Tunggal yang sepi murid. Bukan karena gak ada anak, tapi karena anak desa sebelah gak bisa nyebrang. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan gantung ini. Jembatan ini nantinya bisa menjadi akses untuk menempuh jalur pendidikan bagi anak-anak kami yang bersekolah. Jembatan gantung ini juga bisa mempercepat semua aktivitas kami yang kerap dilaksanakan setiap hari. Terimakasih pak Presiden Prabowo, terimakasih TNI,” kata Yanti.

READ  Kecelakaan Maut di Kesambe Baru, Pengendara Motor Tewas

Kini warga cuma minta satu: pembangunan lancar dan cepat jadi. Sebab di atas tali sling itu, bergantung masa depan anak sekolah, harga cabai di kebun, dan silaturahmi antar desa yang sempat terputus.

Sebagai informasi, Kodim 0409/Rejang Lebong saat ini sedang membangun dua jembatan gantung sekaligus. Satu di Kelurahan Dwi Tunggal menuju Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan. Satu lagi di Desa Lubuk Bingin, Kecamatan Sindang Beliti Ilir.

Dulu terpisah sungai, kini disatukan TNI. Jembatan gantung ini bukti: kalau akses dibuka, ekonomi hidup, sekolah ramai, warga pun tersenyum. (TIM)

Print: