LEBONG – Detik-detik mencekam terjadi di ruas Jalan Provinsi Bengkulu penghubung Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong.
Jalan di tebing Desa Talang Ratau, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, terpantau patah dan ambles sedalam 40 cm hingga 80 cm di dua titik berdekatan, Kamis, (8/5/2026) tepat pukul 09.40 WIB
Kondisinya genting. Jalur vital yang berada di kontur tebing itu kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara bergantian. Itu pun harus dengan bantuan warga setempat yang rela jadi “polisi dadakan” mengatur lalu lintas agar tak ada yang terperosok ke jurang.

Temuan ini didapat langsung saat Danramil 08/Rimbo Pengadang Lettu Inf Rosyadi bersama anggota turun meninjau lokasi. “Jalan tersebut merupakan tebingan, tidak datar. Saat ini jalan tersebut mengalami patah atau turun di dua titik berdekatan kurang lebih 40 cm sampai 80 cm,” Kata Lettu Inf Rosyadi.
Ironisnya, hingga kini belum ada alat berat pemerintah yang turun. Yang bergerak justru nurani warga. Penimbunan darurat saat ini murni dilakukan oleh pemilik usaha Kuari di Desa Talang Ratau, Bapak Alikan dan Ibu Rohyana, menggunakan material seadanya.
”Kendaraan bermotor R2 maupun R4 saat ini bisa melewati jalur tersebut dengan bergantian dan harus dibantu oleh masyarakat setempat,” tambah Lettu Rosyadi.

Fakta paling miris: jalur provinsi ini seolah anak tiri. “Sampai dengan saat ini belum ada tindak baik dari Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong untuk perbaikan jalan tersebut,” tegas laporan resmi yang diterima redaksi.
Setiap hari ratusan kendaraan pengangkut hasil bumi, pelajar, dan warga umum mempertaruhkan nyawa di jalur maut ini. Jika hujan turun, patahan 80 cm itu bisa berubah jadi longsor total dan memutus total akses dua kabupaten.
Masyarakat berharap laporan Danramil ini jadi alarm keras bagi Pemprov Bengkulu dan Pemkab Lebong. Jangan tunggu ada korban baru alat berat datang. (TIM)






