95 Persen Rampung! Jembatan Garuda Prabowo di Rejang Lebong Siap Putus Isolasi 1.040 Jiwa

Editor: Arpis Donalta
Besi-besi kokoh sepanjang 72 meter itu membentang gagah di atas sungai, menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap. Lebarnya 1,2 meter, tapi dampaknya selebar harapan 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa yang sudah puluhan tahun menanti.(Photo dok ist)
Besi-besi kokoh sepanjang 72 meter itu membentang gagah di atas sungai, menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap. Lebarnya 1,2 meter, tapi dampaknya selebar harapan 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa yang sudah puluhan tahun menanti.(Photo dok ist)

REJANG LEBONG– Detik-detik terputusnya isolasi warga Dwi Tunggal- Rimbo Recap makin dekat. Jembatan Gantung Garuda, program unggulan Presiden Prabowo Subianto di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong, kini tinggal selangkah lagi jadi. Progresnya tembus 95 persen, Selasa (12/5/2026).

Besi-besi kokoh sepanjang 72 meter itu membentang gagah di atas sungai, menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap. Lebarnya 1,2 meter, tapi dampaknya selebar harapan 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa yang sudah puluhan tahun menanti.

Pantauan di lokasi, prajurit TNI dan warga bahu-membahu di tahap paling krusial. “Fokus pekerjaan saat ini berada pada pengencangan serta penyetelan tali sling bagian atas dan bawah yang dilanjutkan dengan pengelasan besi geladak membujur jembatan,” jelas seorang personel Kodim 0409/Rejang Lebong di lapangan.

Tak ada yang main-main. “Seluruh proses dilakukan secara teliti demi memastikan kualitas dan kekuatan konstruksi jembatan,” tambahnya. Sekali sling kendor, nyawa taruhannya.

Suasana di lokasi tak seperti proyek biasa. Ini arena gotong royong. Personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Antusias warga sangat tinggi karena keberadaan jembatan tersebut sudah lama dinantikan sebagai sarana penghubung utama antarwilayah.

Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar besi dan kabel. Ini jalan anak sekolah agar tak lagi putar 5 km. Ini jalur petani angkut sayur biar tak busuk di jalan. Warga meyakini akses baru ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah, petani, dan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur yang cukup sulit.

Dampak ekonominya langsung berasa. Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan ini juga diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih cepat dan aman, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan sehingga hasil panen warga dapat lebih mudah dipasarkan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

READ  Membangun dari Desa, TMMD Ke-127 TA 2026 Membawa Harapan Baru

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla menegaskan makna jembatan ini. “Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya

Ia tak mau ini cuma jadi monumen. Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi solusi bagi warga dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat pun menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi daerah.

Tinggal 5 persen lagi. Keringat TNI dan warga sebentar lagi terbayar lunas. Saat Jembatan Garuda diresmikan, saat itulah 1.040 jiwa resmi merdeka dari isolasi. Dari Rejang Lebong untuk Indonesia, seragam loreng membuktikan: program Presiden Prabowo bukan janji, tapi jembatan yang nyata berdiri. (TIM)

Print: